- Aditya Nur Kahfi
- April 02, 2026
![]() |
| Bu Rokhimatul Inayah, S.Pd. (tengah) resmi dilantik menjadi Kepala SMP NU 06 Kedungsuren Kaliwungu. (Foto: Dok. Al Ulya Kedungsuren/Aditya Nur Kahfi) |
alulya.ponpes.id - Pelantikan kepala sekolah baru masa khidmat 2026–2030 menjadi bagian dari agenda halalbihalal yang digelar SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, di aula sekolah pada Rabu (1/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan yang berjalan di lingkungan sekolah tersebut.
Acara itu dihadiri tenaga pendidik dan kependidikan SMP NU 06 Kedungsuren, para kepala SD sekitar, kepala sekolah NU di bawah naungan LP Ma’arif NU Kaliwungu Selatan, jajaran MWC NU Kaliwungu Selatan beserta badan otonomnya, pengurus BP3MNU SMP NU 06 Kedungsuren, LP Ma’arif PCNU Kabupaten Kendal, Bambang Sumarno anggota DPRD Kendal yang juga merupakan alumni SMP NU 06 Kedungsuren, Kepala Desa Kedungsuren, serta tokoh agama setempat.
Ketua BP3MNU SMP NU 06 Kedungsuren, Ahmad Supari, mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang telah ditetapkan. Ia menyebut SMP NU 06 Kedungsuren kini berusia 38 tahun dan sudah mengalami lima kali pergantian kepala sekolah.
“Pergantian kepemimpinan sejak awal berdiri sudah sesuai AD/ART LP Ma’arif, yakni melalui sistem periodisasi dengan masa jabatan maksimal dua periode. Hari ini dilantik kepala sekolah baru setelah kepala sekolah sebelumnya menyelesaikan dua periode masa jabatan,” ujarnya.
Sebelumnya, SMP NU 06 Kedungsuren dipimpin H. Sulkan, S.Pd., S.Pd.I. selama dua periode, yakni 2018–2022 dan 2022–2026. Estafet kepemimpinan berikutnya dilanjutkan oleh Rokhimatul Inayah, S.Pd. untuk periode 2026–2030.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Kendal, Ahmad Khoiron. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa momentum Syawalan perlu dimaknai sebagai sarana peningkatan kualitas, baik pada diri pribadi maupun lembaga pendidikan.
“Makna Syawalan adalah peningkatan. Nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadhan harus mampu mendorong peningkatan pelayanan pendidikan kepada peserta didik dan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Seiring bertambahnya usia lembaga, maka harus semakin efisien, efektif, dan produktif,” tegasnya.
Selain itu, Ahmad Khoiron juga berpesan kepada kepala sekolah yang baru dilantik agar memegang tiga kunci kemajuan lembaga pendidikan, yakni nafsun muti’atun (komitmen), ulfatun jami’atun (kekompakan), dan madatun kafiyatun (dukungan pembiayaan yang memadai).
